MATERI SISTEM OPERASI WINDOWS
1. MEMBUAT STRUKTUR DIREKTORI MENGGUNAKAN CMD (COMMAND PROMPT) PADA WINDOWS
Langkah Awal Menjalankan CMD ( Comand Promt )
Tekan Tombol Windows dan R secara bersamaan, akan keluar shortcut untuk masuk ke dalam halaman CMD Seperti pada gambar di bawah ini.
Tekan Tombol Windows dan R secara bersamaan, akan keluar shortcut untuk masuk ke dalam halaman CMD Seperti pada gambar di bawah ini.
Kemudian akan Tampil Halam CMD terbuka seperti pada gambar di bawah ini.
Assalamualaikum wr,wb.
di dalam mengunakan CMD ( Comand Promt ) ada beberapa Shortcut yang Biasa di gunakan untuk membuat direktori mengunakan CMD, pada Windows antaralainn seperti di bawah ini :
Shortcut yang akan saya gunakan di cmd yaitu :
a. mkdir : digunakan untuk membuat direktori
b. cd : digunakan untuk masuk kedalam direktori
c. cd.. : digunakan untuk keluar dari direktori
d. tree : untuk menampilkan struktur folder
Langkah pertama dalam pembuatan direktori saya akan sedikit menjelaskan tentang struktur direktori yang akan saya buat disini, yang pertama adalah membuat folder yang bernama matakuliah, kemudian di dalam folder matakuliah akan berisi folder yang bernama SO dan WEB1, kemudian di dalam folder SO saya akan membuat folder Materi, Tugas, UAS, dan UTS, dan dalam folder WEB1 juga akan saya buat folder lagi seperti yang akan saya buat, seperti pada gambar di bawah ini.
Tampilan Folder MATAKULIAH yg telah di buat mengunakan CMD.
Selanjutnya Adalah Tampilan Folder SO dan WEB1 di dalam Folder MATAKULIAH.
Kemudian Tampilan Folder di Dalam Folder SO
Kemudian di lanjutakn untuk Pembuatan Semua Folder yg akan saya Buat dengan CMD seperti Pada gambar di Bawah ini.
Tamilan dari Folder pada Managent Folder yang Saya Buat mengunakan CMD
Dan Yang Terakhir setelah kita Membuat semua Folder yg kita buat adalah memastikan semuanya telah berhasil Kita gunakan perintah Shortcut ( tree ) dan akan menampilkan semua folder dan file-file yang telah kita buat mengunakan CMD tadi.
Dan Sepert inilahh hasil akhir step membuat struktur direktori menggunakan command prompt.
Terimakasih sudah mengikuti langkah-langkah pembuatan direktori mengunakan CMD Saaya kurang lebihnya mohon maaf dan semoga bermanfaat untuk Teman-teman.
Terimakasih sudah mengikuti langkah-langkah pembuatan direktori mengunakan CMD Saaya kurang lebihnya mohon maaf dan semoga bermanfaat untuk Teman-teman.
2. FUNGSI - FUNGSI SYSTEM, PENGATURAN BERKAS DAN SHORTCUT DI DALAM WINDOWS
A. MANAGEMENT FILE
APA ITU MANAJEMEN FILE..?
Pengertian dari Manajemen File itu adalah sebuah
metode dan sebuah struktur data yang digunakan oleh sistem operasi pada komputer untuk
mengatur dan mengorganisir file yang ada pada penyimpanan disk atau partisi disk.
Sedangkan file system adalah partisi atau disk yang
digunakan untuk menyimpan file di dalam komputer dengan kriteria tertentu.
Pengertian manajemen file biasanyya juga diartikan
sebagai kegiatan yang berhubungan dengan penyimpanan, penempatan, pengumpulan,
pemeliharaan, distribusi surat-menyurat, perhitungan, catatan, penggrafikkan,
klasifikasi, dan sejenisnya untuk kemudahan dalam berorganisasi atau berbisnis.
Manajemen file sangat penting bagi perusahaan karena
sewaktu-waktu pasti dibutuhkan. Hal ini juga untuk memudahkan yang bersangkutan
untuk menggunakannya sewaktu di perlukan.
MANFAAT DARI MANAJEMEN FILE
berdasar dari penjelasan pengertian manajemen file, kita bisa
memahami manfaat dari manajemen file. Berikut ini adalah Manfaat
Manajemen File:
1) Meminimalisir
Resiko Kehilangan File
File di dalam komputer bisa saja tidak sengaja terhapus.
Dalam banyak kasus, kejadian tidak sengaja menghapus file ini bisa sangat
merugikan.
2) Memudahkan
Pencarian File
Penyimpanan file dalam sistem operasi komputer bisa
dilakukan dengan teratur, baik penamaan file maupun letak file. Hal ini akan
memudahkan pencarian seseorang ketika akan menggunakan kembali file tersebut.
3) Mengetahui
File yang tak Terpakai
Ada kalanya file yang disimpan sudah tidak diperlukan lagi.
Untuk menghemat kapasitas penyimpanan maka kita bisa menghapus file yang tak
terpakai dengan mudah.
Manajemen file yang baik dan terorganisir akan memberikan
banyak manfaat bagi para pengguna komputer.
FUNGSI FILE MANAJEMEN
Dari penjelasan pengertian manajemen file, kita juga akan
mengetahui beberapa Fungsi Manajemen File. Diantaranya adalah sebagai berikut:
a) Memudahkan cara
kerja atau mekanisme pemakaian file secara bersama
b) Kemudahan dalam
membuat, mengedit, dan menghapus file
c) Kemudahan dalam
melakukan Backup dan recovery untuk antisipasi kehilangan file akibat
kecelakaan atau upaya orang lain untuk merusak/ menghancurkan file
d) User dapat mengacu file dengan simbolik (symbolic name)
tidak menggunakan penamaan yang mengacu pada perangkat fisik
e) Data dapat
disimpan dengan aman dan rahasia pada lingkungan yang sensitif
f) Tampilan antar
muka yang user-friendly pada sistem file akan memudahkan penggunanya
TUJUAN FILE MANAJEMEN
Ada beberapa Tujuan yang ingin dicapai oleh Sistem Manajemen File
yang efektif, diantaranya adalah:
1. Untuk memenuhi
kebutuhan dari manajemen data bagi user atau operator komputer
2. Memastikan
data di dalam file adalah benar
3. Memberikan
dukungan berupa masukan (input) dan keluaran (output) berbagai tipe
perangkat penyimpanan
perangkat penyimpanan
4. Meminimalisir
atau bahkan menghilangkan potensi kehilangan data atau upaya
perusakan data
perusakan data
5. Menyediakan
sekumpulan rutin antar muka masukan (input) atau keluaran (output)
6. Memberikan dukungan berupa masukan (input) dan keluaran
(output) kepada banyak
pengguna (user) pada sistem multiuser
pengguna (user) pada sistem multiuser
RANCANGAN MANAJEMEN FILE
Biasanya Rancanagn/Arsitektur manajemen file terdiri dari beberapa
bagian, diantaranya adalah:
1) Sistem Akses
Ini adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan cara
sebuah data yang disimpan pada file dapat diakses.
2) Manajemen File
Ini adalah segala hal yang berkaitan dengan penyediaan
mekanisme operasi pada file. Misalnya; penyimpanan, pengacuan, pemakaian
bersama, dan pengamanan.
3) Manajemen
Ruang Penyimpanan
Ini berkaitan dengan alokasi ruang untuk penyimpanan file
tersebut pada perangkat penyimpanan.
4) Mekanisme
Integritas File
Ini berkaitan dengan jaminan informasi pada file yang tidak
terkorupsi (corrupt file).
File reguler terdiri dari file teks dan biner. File teks ini berisi barisan teks dalam format txt. Sedangkan file biner berisi ekseskusi (exe) dan juga biner dari berbagai program aplikasi dalam komputer.
File biner berbentuk exe hanya diketahui oleh sistem operasi. Sedangkan biner hasil program aplikasi hanya diketahui oleh program aplikasi yang menggunakan file tersebut.
2. Directory File
File direktori adalah file yang dimiliki oleh Operation System sebuah komputer. File ini berisi semua informasi terkait daftar file yang berada di dalam folder atau direktori.
3. Special File
File spesial adalah nama logik perangkat masukan (input) atau keluaran (output) yang dianggap sebagai file.
b) Surat pembayaran barang
c) Berkas surat hutang
d) Surat penjualan barang
e) Surat asuransi
f) Berkars surat pengiriman barang
g) Surat perjanjian, dan lain sebagainya
Meskipun demikian, filing menjadi pekerjaan yang menjemukan dan ribet karena kita diharuskan berhubungan dengan berbagai macam surat-menyurat dan mengelompokkannya secara hati-hati supaya nanti mudah dicari. Beberapa pemilik bisnis memilih untuk berkonsentrasi pada hal-hal krusial, misalnya:
Memastikan organisasinya menggunakan teknologi digital dengan baik.
Untuk memastikan perusahaannya berhenti ketergantungan pada dokumen fisik berupa kertas, karena hal ini memakan tempat, ribet dan butuh waktu dalam menata dan mencarinya.
Memastikan pengelolaan menejemen file ini tertata rapi sehingga waktu tidak dihabiskan pada tugas-tugas operasional saja.
Kalau anggota Anda selalu convert file secara manual, baiknya mulai menejemen file dengan pemberian format nama penyimpanan. Anda harus memastikan mereka tahu dimana menyimpan file yang benar.
Sebaiknya pisahkan jenis-jenis surat mulai dari invoice dan file penting lainnya. Pastikan format penyimpanan dokumen ini juga memberikan deskripsi yang cukup supaya tidak pelru membuka satu-satu.
2) Mulai Pikirkan Soal Konversi File Sekaligus
Dengan bertumbuhnya sebuah bisnis, tentu saja Anda akan membutuhkan teknik konversi file yang tepat. Jumlah file yang sangat besar tidak memungkinkan untuk di simpan dalam sebuah lokasi. Anda bisa menggunakan berbagai batch documen conversiona products yang tersedia.
3) Berhenti Menggunakan Converter Gratisan
File converter gratisan biasanya ditujukan untuk kebutuhan personal dan pastinya fiturnya terbatas. Kalau Anda menggunakannya untuk skala besar, tentu saja akan ada banyak masalah yang muncul,seperti:
Security – ketika menggunakan fitur gratisan, Anda tidak tahu benar proses konversi benar-benar aman atau tidak.
Keterbatasan – Tidak semua tool gratis yang tersedia 100% gratis. Beberapa fitur mengharuskan Anda mengeluarkan uang. Atau kalau pun gratis, akan ada watermark di dokumen Anda.
Permasalahan setting dan terbatasnya opsi menu
4) Menguasai Windows Explorer
Umumnya perusahaan menggunakan Windows, nah disini letak permasalahannya. Banyak orang yang kurang menguasai navigasinya.
5) Simpan Data di Lokasi yang Sama
Sisakan satu lokasi penting khusus untuk penyimpanan file. Pengertian manajemen file adalah mengklasifikasikan dan penempatan file dengan benar. Nah, buatlah spesifik yang memudahkan Anda untuk menemukan file yang diinginkan. Jangan pernah mencampurnya.
6) Menggunakan Shortcuts
Manfaatkan fitur Shortcuts untuk mengakses folder yang paling sering dikunjungi. Ketimbang harus masuk ke folder dalam folder, ini tentu sangat pusing. Hal ini juga bisa mengurangi resiko duplikasi penyimpanan file.
7) Shared Document
Shared document sejenis Dropbox, Google Drive, One drive dan sejenisnya akan memudahkan siapapun untuk menyimpan dan meng-update file dimana pun dan kapan pun tanpa harus repot ke kantor.
B. SYSTEM CONFIGURATION
System Configuration adalah sebuah System Pengaturan Dasar dari Sistem Oprasi Pada Sebuah Komputer, Seperti Microsoft sendiri telah menyediakan sebuah tool untuk melakukan pengaturan proses startup Windows, yaitu System Configuration. Cara memanggil System Configuration sangatlah mudah, cukup jalankan run dialog (tekan tombol Windows+R) kemudian ketikkan msconfig dan tekan ENTER
TIPE FILE / DATA PADA SISTEM OPERASI WINDOWS
Secara umum ada tiga tipe file yang terdapat pada sistem operasi, diantaranya adalah:
1. Regular FileFile reguler terdiri dari file teks dan biner. File teks ini berisi barisan teks dalam format txt. Sedangkan file biner berisi ekseskusi (exe) dan juga biner dari berbagai program aplikasi dalam komputer.
File biner berbentuk exe hanya diketahui oleh sistem operasi. Sedangkan biner hasil program aplikasi hanya diketahui oleh program aplikasi yang menggunakan file tersebut.
2. Directory File
File direktori adalah file yang dimiliki oleh Operation System sebuah komputer. File ini berisi semua informasi terkait daftar file yang berada di dalam folder atau direktori.
3. Special File
File spesial adalah nama logik perangkat masukan (input) atau keluaran (output) yang dianggap sebagai file.
FILE MANAJEMEN DI SEBUAH PERUSAHAAN
Dalam manajemen file, ada beberapa hal yang secara mutlak wajib ditata secara rapi, antara lain:
a) Surat penerimaan barangb) Surat pembayaran barang
c) Berkas surat hutang
d) Surat penjualan barang
e) Surat asuransi
f) Berkars surat pengiriman barang
g) Surat perjanjian, dan lain sebagainya
Meskipun demikian, filing menjadi pekerjaan yang menjemukan dan ribet karena kita diharuskan berhubungan dengan berbagai macam surat-menyurat dan mengelompokkannya secara hati-hati supaya nanti mudah dicari. Beberapa pemilik bisnis memilih untuk berkonsentrasi pada hal-hal krusial, misalnya:
Memastikan organisasinya menggunakan teknologi digital dengan baik.
Untuk memastikan perusahaannya berhenti ketergantungan pada dokumen fisik berupa kertas, karena hal ini memakan tempat, ribet dan butuh waktu dalam menata dan mencarinya.
Memastikan pengelolaan menejemen file ini tertata rapi sehingga waktu tidak dihabiskan pada tugas-tugas operasional saja.
MANAJEMEN FILE YANG EVISIEN
Dampak bila tidak ada manajemen file adalah tidak adanya keteraturan pada file yang disimpan. Menurut beberapa situs bisnis besar, ada beberapa cara untuk meningkatkan efektifitas filing manajemen, misalnya:
1) Membangun Sistem “Document Filing” dan Juga PenamaannyaKalau anggota Anda selalu convert file secara manual, baiknya mulai menejemen file dengan pemberian format nama penyimpanan. Anda harus memastikan mereka tahu dimana menyimpan file yang benar.
Sebaiknya pisahkan jenis-jenis surat mulai dari invoice dan file penting lainnya. Pastikan format penyimpanan dokumen ini juga memberikan deskripsi yang cukup supaya tidak pelru membuka satu-satu.
2) Mulai Pikirkan Soal Konversi File Sekaligus
Dengan bertumbuhnya sebuah bisnis, tentu saja Anda akan membutuhkan teknik konversi file yang tepat. Jumlah file yang sangat besar tidak memungkinkan untuk di simpan dalam sebuah lokasi. Anda bisa menggunakan berbagai batch documen conversiona products yang tersedia.
3) Berhenti Menggunakan Converter Gratisan
File converter gratisan biasanya ditujukan untuk kebutuhan personal dan pastinya fiturnya terbatas. Kalau Anda menggunakannya untuk skala besar, tentu saja akan ada banyak masalah yang muncul,seperti:
Security – ketika menggunakan fitur gratisan, Anda tidak tahu benar proses konversi benar-benar aman atau tidak.
Keterbatasan – Tidak semua tool gratis yang tersedia 100% gratis. Beberapa fitur mengharuskan Anda mengeluarkan uang. Atau kalau pun gratis, akan ada watermark di dokumen Anda.
Permasalahan setting dan terbatasnya opsi menu
4) Menguasai Windows Explorer
Umumnya perusahaan menggunakan Windows, nah disini letak permasalahannya. Banyak orang yang kurang menguasai navigasinya.
5) Simpan Data di Lokasi yang Sama
Sisakan satu lokasi penting khusus untuk penyimpanan file. Pengertian manajemen file adalah mengklasifikasikan dan penempatan file dengan benar. Nah, buatlah spesifik yang memudahkan Anda untuk menemukan file yang diinginkan. Jangan pernah mencampurnya.
6) Menggunakan Shortcuts
Manfaatkan fitur Shortcuts untuk mengakses folder yang paling sering dikunjungi. Ketimbang harus masuk ke folder dalam folder, ini tentu sangat pusing. Hal ini juga bisa mengurangi resiko duplikasi penyimpanan file.
7) Shared Document
Shared document sejenis Dropbox, Google Drive, One drive dan sejenisnya akan memudahkan siapapun untuk menyimpan dan meng-update file dimana pun dan kapan pun tanpa harus repot ke kantor.
B. SYSTEM CONFIGURATION
System Configuration adalah sebuah System Pengaturan Dasar dari Sistem Oprasi Pada Sebuah Komputer, Seperti Microsoft sendiri telah menyediakan sebuah tool untuk melakukan pengaturan proses startup Windows, yaitu System Configuration. Cara memanggil System Configuration sangatlah mudah, cukup jalankan run dialog (tekan tombol Windows+R) kemudian ketikkan msconfig dan tekan ENTER
Akan Muncul Tampilan seperti pada gambar di Bawah ini, kemudian tuliskan shortcut Tampilan yang akan di buka, ketikan "msconfig" untuk masuk ke dalam system Configuration Sistem Oprasi.
Kemudian klik Pilah Ok dan Akan Masuk ke dalam Tampilan System Configuration
di dalam System Configuration Ada 3 opsi dengan detail lebih lanjut didalamnya:
Normal startup : Windows akan memuat semua service dan driver hardware tanpa
terkecuali.
Diagnostic startup : Windows akan memuat layanan dan driver paling dasar.
Selective startup : Windows hanya menjalankan service, proses startup, dan driver yang
telah anda tentukan sebelumnya.
Kemudian adalah tab Boot, kita bisa mengetahui konfigurasi booting Windows. Jika ada lebih dari satu sistem operasi (multi-boot) maka kita bisa menentukan defaultnya yg akan kita pilih melalui tab ini.
Tab ketiga adalah Services, kalian bisa melihat layanan apa saja yang aktif dalam Windows. Saya sarankan untuk mempelajari nama – nama service yang ada dan cek apakah penting atau tidak, terutama nama layanan yang bukan milik Microsoft biasanya hanya akan melambatkan kerja sistem operasi.
Kemudian adalah tab Startup yang akan menampilkan daftar program atau proses yang akan dijalankan saat Windows masuk dan aktif. Kalau anda mematikan beberapa proses tidak penting disini maka pada saat menyalakan komputer berikutnya Windows akan terasa lebih ringan dan cepat. Sekali lagi pelajari dibutuhkan atau tidak proses – proses startup yang ada.
Tab terakhir Tools hanya berisi daftar peralatan pengaturan sistem dari Windows, saya sendiri jarang menggunakannya.
Kalau diperhatikan yang paling berpengaruh dalam pengaturan konfigurasi startup Windows adalah Services dan Startup, dan saran saya adalah yang tidak terpakai atau vital dinonaktifkan saja.
C. COMMAND PROMPT PADA JARINGAN
Di Sebuah Sistem Operasi seperti Windows ada beberapa perintah-perintah command prompt untuk seting jaringan internet yg dapat kita gunakan saat bekerja dengan windows, dengan command prompt bias melakukan berbagai hal seperti memeriksa koneksi jaringan (LAN, MAN, WAN), remote perangkat jaringan seperti switch, router, dan perangkat lainnya, untuk melihat IP dan informasi pada host dan lain-lain, berikut ini adalah beberapa perintah command prompt yang sering digunakan untuk mengelola jaringan.
a) Ping
Perintah ping adalah untuk mengecek keadaan suatu jaringan pada host maupun perangkat jaringan, apakah down, overload atau putus-putus, proses Ping bekerja dengan mengirimkan paket kepada suatu host atau perangkat melalui koneksi jaringan yang nanti akan terdektesi permasalahan jaringan dengan melihat pesan dari urutan paket yang dikirim persecond.
b) Tracert
Perintah ini digunakan untuk melihat rute yang dilewati paket untuk sampai tujuan, analoginya yaitu agar paket dari A sampai ke L, maka paket tersebut dikirimkan melalui rute-rute yang ditentukan, misalnya A – B – C –H – I – J – K – L, biasanya administrator jaringan menggunakan perintah ini untuk mendeteksi dimana rute jaringan terputus.
c) Ipconfig
Perintah ini banyak sekali fungsinya, yang jelas perintah ini umumnya digunakan untuk melihat IP address, gateway, DNS server dan hamper semua informasi dalam suatu jaringan.
d) Nslookup
Perintah ini digunakan untuk melihat alamat IP dari domain yang ada pada DNS server, untuk perusahaan yang mempunyai aplikasi berbasis web dan DNS server sendri.
e) Netstat
Netstat atau statistik jaringan. Perintah ini akan menampilkan koneksi jaringan yang masuk dan keluar serta informasi jaringan lain. Utilitas netstat dapat menunjukkan koneksi yang open di komputer Anda, program mana yang membuat koneksi, berapa banyak data sedang dikirim, dan informasi lainnya.
D. SHORTCUT WINDOWS DENGAN COMMAND PROMPT
Kail ini saya akan sedikit menjelaskan beberapa macam shortcut pada sistem operasi windows yang sering di gunakan pada umumnya dengan command prompt:
- Notepad
- Taskmgr
- Regedit (Registry Windows)
- Action Center
Berikut penjelasan tentang shortcut windows pada command prompt, kurang lebihnya mohon maaf dan semoga bermanfaat terimakasih.
3.Virtualisasi Menggunakan Virtualbox Menginstall Windows
aboute.me/fahrurhuzaini.com







Komentar
Posting Komentar